Sebagaimana fenomena peningkatan harga komoditi lainnya (mulai dari minyak dan metal hingga gandum) - pendorong utama hal ini adalah akibat sedemikian lamanya pelonggaran moneter oleh The Fed pada masa Alan Greenspan, ketika Fed Rate berada pada tingkat 1%.
Ekses supplai Dollar tersebut mendorong pemanfaatan leverage pada instrumen US Dollar saat pasar mengambil posisi long terhadap berbagai instrumen - mulai dari properti, mata uang dunia ketiga, hingga komoditas. Proses deleveraging yang terjadi setelah kenaikan Fed Rate - memang mampu mengurangi -- tetapi tidak menghilangkan spekulasi di berbagai instrumen keuangan.
Pasar beralih menggunakan Yen Jepang yang telah sedemikian lama berada pada tingkat bunga rendah -- lewat posisi short-selling Yen Jepang - yang lalu diconvert ke US Dollar, di mana hasilnya digunakan untuk membiayai spekulasi di berbagai instrumen lainnya. Praktek yang kerap dikenal dengan nama carry trade.
Bisnis.Com - Bisnis Indonesia Online: Referensi Bisnis Terpercaya » Sektor Riil » Agribisnis » Kenaikan harga CPO diduga dari paper trading
Kenaikan harga CPO diduga dari paper tradingPowered by ScribeFire.
oleh : M. Munir Haikal
JAKARTA (Bisnis): Meroketnya harga crude palm oil (CPO) di pasaran dunia dikhawatirkan berasal dari paper trading bukan berasal dari perdagangan riil.
Dirut PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk Ambono Janurianto mengatakan kalau kenaikan harga CPO di pasaran dunia disebabkan oleh paper trading dapat dipastikan akan terjadi koreksi harga.
"Kami merasa comfort [nyaman] pada level harga US$650 per ton, tetapi harga yang ada di pasaran dunia sudah melampui perkiraan semua pihak," ujarnya siang ini.
Pada penutupan pekan lalu, harga CPO untuk pengiriman April di Rotterdam mencapai US$740 per ton, hampir menyamai harga tertinggi yang pernah dicapai pada 1994 sebesar US$750 dan 1998 (US$760).
Pasokan ke pasar dunia saat ini sebesar 34 juta ton, sementara itu permintaan sekitar 35 juta-36 juta ton. Tren permintaan CPO akan terus naik seiring dengan meningkatnya kebutuhan biofuel sebagai alternatif pengganti minyak mentah yang harganya tertahan di level tinggi. (tw)

No comments:
Post a Comment